Tentang Segi Empat

Ketika suatu hari saya tunjukkan sebuah bangun (persegi panjang) kepada anak saya yang masih duduk di TK-A, dan saya tanya dia apa nama bangun itu? Dia langsung menjawab, “Segi empat!”

Tentu saja jawabannya itu tepat, karena bangun persegi panjang itu memang merupakan segi empat. Kemudian ketika saya tanya lagi, “ini apa?” (sambil menunjukkan bangun persegi), dia langsung menjawab, “persegi!” Ya, jawabannya kali ini tepat sekali!

Ada satu hal menarik mengenai jawaban anak saya itu, bahwa dalam pemahamannya itu seolah-olah, bahwa bangun pertama yang saya tunjukkan kepadanya adalah segi empat, sementara bangun yang kedua bukan segi empat, tetapi persegi. Wadduh, saya tidak pernah mengajarinya begitu kok! Mudah-mudahan juga bukan gurunya di sekolah yang mengajarinya.

Ya, kejadian seperti itu rupanya sering menimpa anak-anak sekolah bahkan di level yang lebih tinggi. Sering terjadi kekeliruan, bahwa segi empat itu merupakan nama spesifik untuk sebuah bangun datar (biasanya menunjuk ke bangun persegi panjang atau persegi). Padahal kenyataannya tidaklah demikian.

Persegi panjang ataupun persegi merupakan bagian atau jenis dari bangun segi empat. Selain bangun-bangun itu masih ada jenis-jenis bangun segi empat lainnya, baik yang sederhana maupun yang kompleks.

Berikut adalah macam-macam bangun segi empat yang sudah dikenal umum dan dipelajari di sekolah, terutama di level SD dan SMP. Lengkap dengan sifat atau karakteristik yang dimilikinya.

1.  Persegi Panjang (Rectangle)

Persegi panjang adalah segi empat (bangun yang dibatasi oleh empat buah sisi) yang memiliki sepasang-sepasang sisi yang sama panjang dan saling sejajar. Keempat sudutnya berbentuk siku-siku.

2. Belah Ketupat (Rhombus)

Belah ketupat adalah segi empat yang semua sisinya sama panjang. Sudut-sudut bersebrangannya sama besar. Dua garis diagonal pada be;ah ketupat saling berpotongan tegak lurus.

3. Persegi/ Bujur Sangkar (Square)

Persegi adalah bangun segi empat yang semua sisinya sama panjang dan keempat sudutnya siku-siku.

4. Jajarangenjang (Paralellogram)

Jajarangenjang adalah segi empat yang memiliki dua pasang sisi yang saling sejajar. Perhatikan bahwa sudut-sudut yang bersebrangan pada jajarangenjang besarnya sama.

5. Trapesium (Travezium/ Travezoid)

Trapesium adalah segi empat yang memiliki sepasang sisi sejajar. Jika dua sisi tidak sejajarnya memiliki panjang yang sama, dan kedua sudut alasnya sama besar, maka dinamakan trapesium sama kaki. Trapesium bukan jajarangenjang, karena hanya memiliki sepasang sisi sejajar.

6. Layang-layang (Kite)

Sebuah layang-layang memiliki sepasang-sepasang sisi yang sama panjang. Sebuah layang-layang dibuat dari dua buah segi tiga sama kaki yang saling berimpit di sisi alasnya.

Itulah sekilas pengertian dari berbagai macam bentuk segi empat beraturan. Berikut adalah hubungan keterkaitan diantara bangun-bangun segi empat yang dijelaskan di atas.

Sumber:  http://www.matematikamenyenangkan.com/tentang-segi-empat/

KD.4.2 Himpunan Bagian

Indikator
☻ Menentukan himpunan bagian dari suatu himpunan
☻ Menentukan banyak himpunan bagian suatu himpunan
☻ Mengenal pengertian himpunan semesta, serta dapat menyebutkan anggotanya
Read more of this post

Teorema Pythagoras

Pythagoras (582 SM – 496 SM, bahasa Yunani: Πυθαγόρας) adalah seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang paling dikenal melalui teoremanya. Dikenal sebagai “Bapak Bilangan”, dia memberikan sumbangan yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir abad ke-6 SM. Kehidupan dan ajarannya tidak begitu jelas akibat banyaknya legenda dan kisah-kisah buatan mengenai dirinya.
Read more of this post

Operasi Hitung Bilangan Bulat

Operasi hitung pada bilangan bulat meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan perpangkatan.
a. Penjumlahan dan Sifat-sifatnya
1. Metode Penjumlahan
1.1 Penjumlahan Bilangan Bulat dengan Mistar Sederhana
Mistar sederhana dapat dibuat dari kertas biasa atau karton sepanjang 20 cm dengan skala 1cm. Buatlah 2 mistar!
Contoh : • -2 + 3 = ?
Read more of this post

KD 5.1 Garis & Sudut

KD. 5.1 Menentukan hubungan antara dua garis, serta besar dan jenis sudut

Indikator
☻ Menjelaskan kedudukan dua garis (sejajar, berimpit, berpotongan, bersilangan)
☻ Mengenal satuan sudut yang sering digunakan
☻ Mengukur besar sudut dengan busur derajat
☻ Menjelaskan perbedaan jenis sudut (siku, lancip, dan tumpul)

Read more of this post

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.